SUBUR (Pupuk Cair Teknologi Mikrobakteri Super)


SUBUR
Pupuk Cair Teknologi Mikrobakteri Super


Pupuk Cair Teknologi Mikrobakteri Super
Adalah FOMULA ALAMI PROBIOTIK dengan memadukan teknologi kultur mikrobakteri terkini
untuk meningkatkan sistem Imun dan Pertumbuhan
BAGI TANAMAN ANDA sekaligus pencegahan berbagai macam penyakit.
PUPUK CAIR SUBUR mengandung Probiotik Lactobacillus sp,  Rhodopsedomonossp,
Actynomycetes,  Yeast/Saccharmonycetes,  Streptococcus  dan  Lactococcus.




SUBUR

Pupuk Cair Teknologi Mikrobakteri Super


12 MANFAAT
Pupuk Cair Teknologi Mikrobakteri Super

1. Menganndung hormon pertumbuhan alami giberelin,sitokinin,serta auksin.
2. Memperbaiki struktur tanah.
3. Membuat tanah lebih subur dan gembur.
4. Meningkatkan hasil panen 20% s/d 50%.
5. Menghemat penggunaan pupuk kimia 50% s/d 60%.
6. Mengandung bakteri unggul dan tangguh hasil dari isolasi pembiakan murni.
7. Meningkatkan jumlah pengikatan nitrogen bebas oleh bakteri, artinya bakteri mampu produksi pupuk sendiri di dalam tanah.
8. Mempercepat pertumbuhan tanaman.
9. Membuat panen lebih cepat.
10. Mengptimalkan hasil panen.
11. Mikroba Pseuodomonas dan BPF yang terkandung bermanfaat sebagai pengurai P & K yang mengendap di dalam tanah.
12. Meningkatkan sistem kekebalan tanaman sehingga tidak mudah terserang virus dan penyakit dll.

Berdasarkan pemeriksaan Laboraturium Bakteri dalam pupuk cair SUBUR 
TIDAK AKAN MATI bila terkena bahan kimia produk pertanian
dalam dosis yang sesuai.(menurut Petunjuk)

Probiotik yang mengandung mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman,meningkatkan hasil panen,imunitas dan menghasilkan unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman.

TANAH
1.Menekan perkembangan patogen tanah
2.Bekerja di permukaan tanah
3.Tidak meninggalkan residu
4.Tidak mematikan BIOTA yang ada dalam tanah
5.Berasal dari alam,di butuhkan seta menguntungkan
6.Memberikan keseimbangan sumber hayati dalam tanah.
7.Tanah kaya Mikroorganisme.

TANAMAN
1.Menyediakan unsur hara makro dan mikro
2.Meningkatkan produksi tanaman
3.Meningkatkan toleransi tanaman terhadap kondisi lingkungan
4.Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap patogen
5.Menghasilkan produk sehat dan aman untuk di konsumsi

Dosis Penggunaan

Persiapan Lahan
Dosis : 60 ml untuk 14 liter air atau 1 tangki

Tanaman Padi
Dosis : 60ml untuk / tangki (14 liter air),interval 7 hari
Pemakaian untuk padi sampai usia tanam 45 hari/1,5 bulan (Disemprot dengan interval 7 hari),
sebaiknya di sertai juga dengan perendaman benih selama 6 jam sebelum di semai,
dengan dosis 3ml / 1 liter air,supaya hasil panen maksimal.

Tanaman Pangan
Dosis : 2 ml untuk / 1liter air,lakukan penyemprotan setiap interval 7 hari sekali.

Tanaman Hortikultura atau Sayuran
Dosis : 2 ml untuk / 1liter air,lakukan penyemprotan setiap interval 3-4 hari sekali.

Tanaman Perkebunan
Dosis : 3-4 ml untuk / 1liter air,semprotkan pada tanah.

Tanaman Buah
Dosis : 2-4 ml / 1liter air, interval penyemprotan 7 hari

Tanaman Hias
Dosis : 1-2 ml / 1liter air,interval 7 hari

Pembuatan Pupuk Organik
Dosis : 1 liter  PUPUK CAIR  di encerkan dengan air 100-200 liter untuk 1 ton kotoran Hewan

Isi : 1100 ml
Produksi dan Dipasarkan oleh : CV.ASA  Indonesia

Bakteri yang terdapat pada SUBUR
Berikut ini daftar varian bakteri yang terdapat pada SUBUR:
Actinomycetess
Azotobacter Sp
Azospirilium Sp
Rhizobium Sp
Psedomonas Sp
Lactobacillus Sp
Bacillus Sp
Chytophaga Sp
Streptomycetes Sp
Saccharomyces
Selulotik
BPF
Mycoriza
Tricoderma
HORMON:
-Auxin 170 ppm
-Giberelin (Ga3)  225 ppm
-Sitokinin
  -Kinetin 99.5 ppm
  -Zeatin  99.2 ppm

Komposisi:

Keunggulan SUBUR
100% Organik, dalam arti tidak menggunakan sedikitpun unsur kimia baik dalam bahan dan proses pembuatannya.
Meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami (bukan hasil sintesis buatan).
Daya tahan tanaman terhadap penyakit meningkat (baik untuk pembibitan / membuat bibit unggul yang cepat tumbuh dan tahan penyakit).
Menunjang pertumbuhan akar, sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan lebih baik dalam penyerapan nutrisi.
Meningkatkan hasil produksi tanaman.
Meningkatkan proses fotosintesis.

Ramah lingkungan.
Biaya petani semakin hari semakin turun.
Memperbaiki dan menjaga struktur tanah.
Menggunakan bakteri import yang tidak dimiliki oleh pupuk organik lainnya.
Harga yang cukup ekonomis.

Fakta Penggunaan SUBUR  oleh PETANI :

Padi
Benih yang tumbuh lebih terlihat segar (hijau muda).
Jumlah anakan lebih banyak.
Lebih tahan terhadap penyakit yang menyerang padi-padi sekitarnya.
Bulir yang muncul lebih banyak (terisi penuh dari pangkal sampai ujung).
Bulir produktif mencapi 90% dari total bulir yang ada.
Kuning pada bulir merata di semua tanaman.
Hasil panen yang di dapatkan menjadi lebih banyak dan meningkat 20%-60%
Mengurangi pupuk kimia

Lapangan Golf
Rumput tampak lebih hijau.
Muncul akar-akar baru dalam waktu yang relatif singkat.
Rumput yang terkena penyakit dapat pulih dengan 2x aplikasi saja.
Munculnya tunas-tunas rumput baru dalam waktu 10 hari.

Cengkeh
Daun yang tumbuh menjadi lebih banyak dan lebar.
Tanaman yang terserang penyakit dan hampir mati dapat pulih dan tumbul tunas baru.
Tanaman menjadi lebih tahan penyakit.
Munculnya tunas-tunas baru pada waktu yang singkat.

Sengon
Munculnya tunas pada saat pembibitan lebih cepat.
Tunas baru lebih banyak.
Pertumbuhan batang terlihat lebih cepat dan besar.
Penyakit jamur yang biasanya menyerang terlihat berkurang.

Tembakau
Daun yang di hasilkan menjadi lebih lebar.
Tunas/semi tumbuh lebih cepat.

Melon
Bibit tumbuh lebih cepat.
Daun yang tumbuh lebih besar.
Buah yang dihasilkan lebih besar dan manis.
Hasil buah menjadi lebih banyak.

Pare
Buah yang di hasilkan jauh lebih besar.
Tanaman mempunyai daya tahan penyakit yang lebih kuat.
Tanaman menjadi lebih subur.
Dan masih banyak hasil positif lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. DLL

Pupuk Mikrobakteri super(seperti pupuk organik) diyakini terbaik di dunia sampai hari ini

Mengenal Formula Temuan Profesor Sukardi

Terobosan dan temuan baru di bidang pertanian, Pupuk Mikrobakteri super(seperti pupuk organik), ternyata bisa membuat masa tanam dan panen tebu cuma 6 bulan saja. Ini sudah diuji-coba di Lumajang. Inilah Salah satu formula pupuk cair yang dihasilkan Profesor Sukardi yang diyakini terbaik di dunia sampai hari ini.

Di kalangan petani di Pati, Jawa Tengah, Klaten dan Prambanan, Yogyakarta sudah banyak yang menggunakan formula ini. Hasilnya, luar biasa. Tanaman padi yang biasanya menghasilkan sekitar 8-9 ton/ha, dengan formula ini bisa menghasilkan sampai 13 ton/ha.

Tanaman wortel di Kota Batu hasilnya juga luar biasa, panennya ada penambahan 50 persen.
Dengan memakai Pupuk Mikrobakteri super ini, diharapkan bisa menyelamatkan tanah dan bangsa ini dengan Revolusi Kesehatan Pertanian. Lahan sawah jadi subur dan hasil panennya bebas dari pupuk kimia. Menurut Tri Mardiyanto dari Tim Formula Sukardi, pihaknya sudah bergerak terus-menerus selama 5 tahun.

Gabahnya utuh, tidak rusak, kualitasnya juga bagus. Begitu pula dengan jagung. Ada peningkatan jumlah hasil panennya. Kacang panjang menjadi 2 kali panjangnya.  “Dulu waktu kita kecil, kalau habis panen, lalu sebagian disimpan di dalam lumbung padi, dan gabahnya bisa tahan sampai 2-3 tahun,” ujar Tri Mardiyanto yang pernah belajar pertanian selama 2,5 tahun di Jepang.

“Sekarang, maksimal 3 bulan, gabah dan beras kita itu sudah rusak, hancur thothoren dimakan bubuk, belatung,” lanjutnya kepada JossToday.

Selama ini, dengan pola tanam yang serba pestisida, pupuk kimia, urea, dan ZA, sudah terjadi perubahan dari sel beras dan bahan pangan lainnya. Dengan pola tanam organik, kandungan oksigen dari beras itu maksimal.

“Ada keseimbangan yang ideal, antara kandungan oksigen dan karbohidrat,” lanjutnya. Dengan pestisida, kandungan tersebut berubah drastis, kandungan oksigennya tipis, sedikit, sementara kandungan karbohidratnya meningkat. “Hasilnya, daya tahan beras itu pun menurun dan rapuh. Karena yang terkandung bukan lagi oksigen, tapi berubah menjadi Karbon Mono Oksida (Oksidan),” ungkap Tri Mardiyanto.

Struktur sel beras yang rapuh ini, “Yang penuh dengan oksidan itulah yang kita makan setiap hari selama berpuluh-puluh tahun. Unsur kehidupan semua mahluk hidup itu oksigen.
Kalau kandungan oksigennya tipis, sedikit, maka daya tahannya pun rapuh. Sel beras dengan daya tahan yang rapuh itulah yang kita makan terus menerus selama bertahun-tahun,” tegasnya.

Maka pada gilirannya, akan menghasilkan pula sel tubuh yang rapuh. Kalau sel tubuh rapuh, maka berbagai kemungkinan penyakit akan mudah masuk. Pola tanam yang serba pestisida itu juga yang telah merubah struktur sel beras. Karena pupuk kimia dan pestisida itu menghasilkan zat Pereduksi.

Menurut Tri Mardiyanto, zat pereduksi yang terkandung di beras dan jagung itu diperkirakan sekitar 10-20 persen. Zat pereduksi itulah yang sudah merubah kandungan oksigen, digantikan oleh karbon mono oksida (oksidan). “Zat pereduksi itulah yang menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, seperti Diabetes, Asam Urat, Kolesterol Tinggi, Kanker, dan sebagainya,” katanya.

Kehadiran komposer dan pupuk organik ini bisa mengembalikan struktur tanah yang selama ini sudah terkontaminasi pupuk kimia. Sehingga, “Terjadilah revolusi kesehatan pertanian tadi,” lanjutnya. Jadi, selama infrastruktur pertanian di hulunya (tanah ladang) ini tidak dibenahi (diorganikkan), "Keinginan swasembada pangan tidak mungkin tercapai."

Untuk tambak, menurut Tri Mardiyanto, timnya sudah melakukan penerapan di areal tambak udang di Kecamatan Brondong, Lamongan. “Kita sudah panen udang vaname yang memakai tehnologi organik,” ungkapnya.Udang Vaname atau Penaeus Vannamei seakan menjelma sebuah mutiara di kawasan pesisir utara, seperti di Paciran. Udang vaname secara resmi ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2001, dan sejak itu perkembangan budidayanya sangat cepat.

Selain Indonesia, negara-negara yang telah

mengembangkan vaname antara lain China, Taiwan, dan Thailand. “Tapi di sana banyak yang gagal panen karena penyakit,” ujar Pak Iksan, petani tambak di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan kepada Joss.Today.

Vaname mempunyai ciri-ciri mampu hidup pada kisaran salinitas 5–45 ppt dengan salinitas optimal 10–30 ppt, kisaran suhu 240–320 C dengan suhu optimal 280–300 C, mampu bertahan pada oksigen 0,8 ppm selama 3–4 hari tetapi disarankan DO 4 ppm. PH air 7–8,5, kebutuhan protein rendah yaitu 32 % dengan FCR  < 1,5 serta prosentase daging 66–68 %, lebih tinggi jika dibandingkan udang windu yang hanya 62 %.

Kebutuhan pasar cukup tinggi untuk Eropa dan USA. Dengan keunggulan tersebut banyak petambak tergiur untuk beralih ke vaname termasuk para petambak di daerah Jawa Timur, seperti di Lamongan. Bagaimana tidak, pasar udang yang konon memiliki rasa daging yang gurih dan berprotein tinggi ini tidak hanya digemari masyarakat dalam negeri, melainkan juga masyarakat luar negeri, karena inilah kebutuhan ekspor udang vaname dari tahun ke tahun terus meningkat. “Jika dibandingkan dengan udang jenis lainnya,” lanjut Pak Iksan.

Karakteristik vaname sangat khas, yaitu memiliki adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dengan suhu rendah maupun perubahan sanitasi. Selain itu, laju pertumbuhannya juga relatif cukup cepat, terutama di bulan pertama dan kedua. Sudah beberapa tahun terakhir, petambak udang vaname di Taiwan mengalami gagal panen karena penyakit. Antara lain penyakit Virus Early Mortality Syndrome (EMS). Namun, di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, persoalan beragam penyakit udang ini sudah bisa diatasi dengan formula organik. Hasilnya, luar biasa. Untuk berat 1 kg bisa sampai berisi 50 ekor. “Tambak saya di Labuhan bisa panen 100% dari total benih,” kata Pak Iksan.

Dalam aplikasi udang vaname ini, memang masih dengan cara lama, hanya ada beberapa perubahan yang dilakukan, yang tentu semua didasari pada formula organik tersebut. Di saat tetangganya pada sibuk dengan berbagai obat-obatan yang mahal, "Saya ini hanya menggunakan formula organik,” lanjut Pak Iksan.

“Semua pakan udang, diorganikkan dulu dengan formula organik dari kami. Dan hasilnya, tidak ada angka kematian, padahal di petak-petak sekitarnya banyak yang mati terkena penyakit WS itu,” ungkapnya.

Dan, insya' Allah, berikutnya akan lebih banyak menggunakan teknologi organik, dan beberapa hari ke depan akan segera di mulai proses organik itu.

Dari sekitar 250.000 bibit yang ditabur, dan setelah panen tadi diperoleh sekitar 4,5 ton dengan angka kematian hampir tidak ada alias nol. Luas tambak yang ditanam ini sekitar 2.500 m2, angka idealnya sekitar 4 ton. “Dari sisi biaya, ada efisiensi bea obat beberapa juta, angka pastinya masih tunggu kalkulasinya,” lanjut Pak Iksan.

Mungkinkah beras yang kita konsumsi selama ini yang nota-bene produk pupuk kimia bisa diubah menjadi beras organik? Ternyata bisa dengan memakai formula Bio Tirta Herbal. Bahkan, formula yang ditemukan Profesor Sukardi ini juga bisa membuat sayuran yang sebelumnya layu bisa segar kembali seperti baru memetik.

Jadi, beras yang selama ini merupakan hasil dari tanaman padi dengan pupuk kimia, bisa saja diolah menjadi beras organik dengan sedikit memberinya air Tirta Herbal saat direndam. Selain itu, gabah yang biasanya waktu ditanam diolah dengan pupuk Urea, Za, atau Pestisida, juga bisa diubah menjadi beras organik.

Uji coba ini sudah dilakukan di Laboratorium UGM Jogjakarta dan SUCOFINDO Surabaya. Caranya, gabah basah yang baru dipanen petani yang bertani dengan pupuk urea dan pestisida itu,direndam air yang sudah dicampur dengan formula komposer, dengan perbandingan Air : Komposer (1000 : 2), selama 4-6 jam.Lalu dikeringkan, dan diproses giling seperti biasa. Profesor
penemu formula tersebut selama ini bergerak di usaha mempopulerkan berbagai produk yang berbasis Probiotik, sama sekali tidak mengandung kimia. Bio Tirta Herbal merupakan formula untuk membuat Beras Organik Secara Instan.

Perbedaannya dengan beras yang sudah ada, antara lain:
Pertama, warna putihnya lebih keruh, itu menunjukkan kepadatan karno hidrannya lebih tinggi;
Kedua, kalau dimasak lebih punel;
Ketiga, tidak mudah basi, insya' Allah sampai 3 hari masih bisa bertahan;
Keempat, pada saat mau memasak, tidak perlu dicuci atau dipesusi, karena beras tadi full dengan nutrisi bagus;
Kelima, secara laboratorium, Beras Itu Non Pestisida. (mth)

Copyright for .josstodaycom

Aplikasi Padi di petani Jogorogo










Aplikasi Pertanian di Persawahan PONPES Gontor

SUBUR
BENIH USIA 15 HARI
TANAM
TANAM






LAHAN SETELAH DI TEBAR HUMICACID
MEETNIG

Kontak Kami

08563621181 - 081335275557
08563621181

facebook.com/probiotikindonesia

website